Beritanya nih gezzz…. Iran tak sudi lanjutkan perundingan damai total dengan AS. Pasalnya, para pemimpin Iran di Teheran kesal lantaran ocehan Trump di media sosial.
Para delegasi perundingan damai dari Iran yang dipimpin Menlu Abbas Araghchi tegas memilih hengkang dari perundingan yang digelar di Swiss itu. Padahal Wapres AS JD Vance sudah duluan hadir di meja perundingan. Araghchi cuma bicara sebentar dengan PM Pakistan yang bertindak sebagai mediator perundingan.
Tak berselang lama, sebagaimana ditayangkan siaran Al-Mayadeen, Araghchi kemudian pamit keluar ruangan, dan selanjutnya meninggalkan Zurich. Tinggal JD. Vance yang tak dapat menyembunyikan raut wajahnya yang kebingungan.
Gagalnya perundingan damai menyeluruh itu, cuma gara-gara ocehan yang tersembur dari bibir tipis Trump. Dalam pernyataannya yang bernada keras sebagaimana disiarkan oleh Fox News, Trump dengan nada keras mengancam Iran. “Jika Anda menutup Selat Hormuz, kamu tidak akan punya negara, dan kamu bahkan tidak akan bisa lagi kembali ke negara sialanmu,” demikian ancaman yang tersembur dari bibir tipis Trump itu.
Celakanya, tak berselang lama, ancaman itu diunggah pula di media sosial Truth Social. Alhasil, pimpinan Iran di Teheran merasa geram mendengar ancaman pedas itu. Mereka menganggap ancaman Trump itu sebagai bentuk intimidasi yang membahayakan keselamatan dan nyawa para delegasi Iran yang akan hadir dalam perundingan damai di Zurich itu.
Pihak Teheran kemudian melansir pernyataan, pihaknya hanya akan bersedia kembali ke meja perundingan dengan dua syarat. Pertama, jika Trump sudah menyatakan permintaan maaf secara pribadi langsung kepada Iran. Kedua, Israel harus menarik diri sepenuhnya dari Lebanon Selatan. Duh…. Kapan perang akan berakhir? [***]
Gara-gara Ocehan Trump, Iran Tak Sudi Lanjutkan Perundingan Dengan AS

Leave a Reply