Ulah Songong Oknum Jenderal Bikin Rating Google Review Korem Rontok Sisa 1,1

Ulah Songong Oknum Jenderal Bikin Rating Google Review Korem Rontok Sisa 1,1

Ulah Songong Oknum Jenderal Bikin Rating Google Review Korem Rontok Sisa 1,1

Beritanya nih Gezzz… Gara-gara ulah songong oknum jenderal dalam even olah raga lari Mandiri Jogja Maraton (MJM) hari Minggu pagi kemarin, ribuan warganet menumpahkan kekesalannya melalui media daring. Sang oknum jenderal itu sendiri menjadi sasaran empuk umpatan dan caci maki para warganet.

Sepanjang hari Minggu kemarin, hingga Senin siang hari ini, Pak jenderal habis-habisan dirujak oleh warga net. Oleh warga net, Jenderal itu dinilai telah bertindak tidak sopan dan songong. Sebagai ungkapan kekesalan, ribuan warganet ramai-ramai menyerbu akun Google Korem 072/Pamungkas. Setidaknya hingga Hari Senin (22/06) pukul 16:00 WIB, terdapat lebih dari 2.800 warganet, dengan mayoritas di antaranya memberikan review bintang satu pada akun Korem ini. Ujungnya, rating Google Review Korem 072/Pamungkas ini nyungsep hingga tersisa angka rating 1,1 alias cuma 1 bintang.

Bukan cuma ditimpuk dengan bintang 1, warganet pun ramai-ramai menghadiahi kritikan tajam, dengan aneka rupa kalimat bernada pedas, sarkas, satire, hingga hinaan dan cacian. Tak sedikit pula dari warganet yang menyesalkan dan menyangkan terjadinya tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Rating Google Review 1,1 ini sangat jauh dan berbanding terbail dengan rating Google Review sebelumnya. Padahal sebelum terjadi insiden pertunjukan tingkah songong sang jenderal, rating Google Review Korem 072/Pamungkas masih bertengger gagah di angka 4,4; dan mendapatkan bintang hampir empat setengah.

Sepanjang hari Minggu kemarin, di lini masa sosial media memang ramai bertebaran unggahan foto dan video yang menggambarkan aksi tak terpuji seorang oknum tentara yang diduga berpangkat jenderal bintang satu. Sang oknum itu mengikuti lomba lari maraton MJM dengan diiringi seorang pengawalnya. Masalahnya sang pengawal yang masih muda itu ikut berlari maraton tanpa mengenakan nomor identitas resmi (Bib) yang harus dikenakan oleh seluruh peserta lomba lari tanpa terkecuali.

Lantaran tidak mematuhi aturan wajib itu, maka sang pengawal itu digiring keluar lintasan lari oleh marshall yang bertugas mengamankan kelancaran lomba. Tiba-tiba sang oknum jenderal itu dengan nada suara kencang, sambil berlari berterik bahwa anak muda yang digiring keluar lintasan lari itu adalah pengawalnya. Dan tanpa menunggu lama, sambil mengeluarkan ucapan-ucapan yang bernada sewenang-wenang dan sombong, sang oknum jenderal itu mengajak pengawalnya untuk melanjutkan lari bersamanya.

Sang marshall pun tidak mau membiarkan pelanggaran aturan olah raga itu terjadi begitu saja. Dengan sigap sang marshall tetap menahan badan si pengawal agar tidak meneruskan larinya. Sejenak terjadi saling adu mulut antara oknum jenderal dengan sang marshall. Beruntung insiden memalukan itu tidak berlanjut lebih lama lagi. Siapa yang salah sebenarnya? [***]

Leave a Reply