Beritanya nih Gezzz….. Ternyata urusan ulah songong oknum Jenderal dalam even lari Mandiri Jogja Maraton (MJM) hari Minggu kemarin berbuntut panjang. Warganet yang marasa marah, kecewa, dan sedih atas ulah tidak terpuji sang oknum itu pun menuntut permintaan maaf secara langsung dari oknum pelakunya.
Melalui unggahan di kanal sosial media Thread, seorang warganet dengan akun @jhonsitorus8 mendesak agar sang oknum jenderal berbintang satu itu segera menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka. Sembari memasang foto oknum tersebut, dia menawarkan diri untuk membantu membuatkan naskah ucapan permintaan maaf yang sederhana.
Namun, alih-alih desakan warganet itu dipenuhi dengan ucapan permintaan maaf yang tulus, belakangan justru beredar video permintaan maaf dan klarifikasi dari pengawal dan marshall yang terlibat dalam insiden tersebut. Dalam video yang diunggah akun Thread @foresteinn, terlihat dua sosok pria yang teridentifikasi sebagai pengawal sang oknum jenderal, dan di sebelahnya berdiri sosok marshall. Mereka berdua bergantian memberikan penjelasan singkat dan menyatakan permintaan maaf. Sementara sang oknum jenderal malah tidak terlihat menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka.
Tak berselang lama, sebelumnya juga beredar video yang diunggah oleh akun @gunungkidul_viral2, yang secara umum video tersebut memberikan penjelasan bahwa insiden yang terjadi itu hanya kesalahpahaman biasa. Oleh warganet, video penjelasan ini justru dinilai sebagai cuci tangan pihak oknum jenderal. Karena menempatkan pihak marshall dan pengawalnya sebagai aktor yang bersalah.
Bahkan pihak Bank Mandiri sebagai pihak penyelenggara malahan disebutkan meminta maaf kepada Danrem 072/Pamungkas. Dalam video itu juga disebutkan bahwa oknum Jenderal itu juga menyampaikan permintaan maafnya atas peristiwa yang telah terjadi itu.
Sepanjang hari Minggu kemarin, di lini masa sosial media memang ramai bertebaran unggahan foto dan video yang menggambarkan aksi tak terpuji seorang oknum tentara yang diduga berpangkat jenderal bintang satu. Sang oknum itu mengikuti lomba lari maraton MJM dengan diiringi seorang pengawalnya. Masalahnya sang pengawal yang masih muda itu ikut berlari maraton tanpa mengenakan nomor identitas resmi (Bib) yang harus dikenakan oleh seluruh peserta lomba lari tanpa terkecuali.
Lantaran tidak mematuhi aturan wajib itu, maka sang pengawal itu digiring keluar lintasan lari oleh marshall yang bertugas mengamankan kelancaran lomba. Tiba-tiba sang oknum jenderal itu dengan nada suara kencang, sambil berlari berterik bahwa anak muda yang digiring keluar lintasan lari itu adalah pengawalnya. Dan tanpa menunggu lama, sambil mengeluarkan ucapan-ucapan yang bernada sewenang-wenang dan sombong, sang oknum jenderal itu mengajak pengawalnya untuk melanjutkan lari bersamanya.
Sang marshall pun tidak mau membiarkan pelanggaran aturan olah raga itu terjadi begitu saja. Dengan sigap sang marshall tetap menahan badan si pengawal agar tidak meneruskan larinya. Sejenak terjadi saling adu mulut antara oknum jenderal dengan sang marshall. Beruntung insiden memalukan itu tidak berlanjut lebih lama lagi. Emang ada jenderal minta maaf karena ngerasa salah? [***]
Warganet Desak Permintaan Maaf Oknum Jenderal di Yogya

Leave a Reply